
Maribong: Menafsir Ulang Rentetan Sejarah Bojonegoro mengajak pembaca melihat kembali Bojonegoro bukan sekadar sebagai wilayah yang terbentuk dari rangkaian peristiwa administratif dan pergantian kekuasaan, melainkan sebagai ruang yang sejak lama dibentuk oleh pergerakan manusia, sungai, perdagangan, ingatan, dan perubahan lanskap. Berangkat dari jejak Prasasti Maribong serta penelusuran wilayah seperti Jipangulu di Margomulyo hingga Merbong di Ngraho, buku ini mencoba mempertemukan sumber sejarah, cerita masyarakat, serta pembacaan atas ruang untuk menyusun kembali potongan-potongan masa lalu yang selama ini tersebar.
Melalui pendekatan yang lebih dekat dengan tempat dan masyarakat, Maribong juga menempatkan sungai sebagai salah satu jalur penting dalam memahami perjalanan kawasan Bojonegoro. Sungai tidak hanya hadir sebagai bentang alam, tetapi sebagai ruang mobilitas, pertukaran, pertemuan, dan pembentukan kehidupan masyarakat pada masanya. Buku ini tidak dimaksudkan sebagai kata akhir atas sejarah Bojonegoro, melainkan sebagai ajakan untuk terus mempertanyakan, membaca ulang, dan mendiskusikan sejarah lokal—agar masa lalu tidak berhenti menjadi catatan, tetapi menjadi jalan untuk memahami bagaimana Bojonegoro terbentuk dan bagaimana identitasnya terus dimaknai hari ini.
© 2026
Penulis
Muhammad Andrea
Penyunting : Zakiyatur Rosidah
Penyelaras Akhir : Muhamad Yuda Pradana
Penata Letak : Umar Qadafi
Ilustrasi Sampul : Marshal Sundawa
Penata Lapang : Fajar Wicaksono
Penata Gambar : A. Gema Romadhoni
Buku ini merupakan upaya baik bersama:
Bojonegoro History & Takaloka Initiative
Cetakan pertama, 2026
xxxii + 422 hlm.,
17,6 x 25 cm
ISBN:
Diterbitkan oleh:
PT Maribong Aksara Chetera
Harga Rp105.000,- (Hubungi 0851 9092 9212)


